Showing posts with label Nasehat diri. Show all posts
Showing posts with label Nasehat diri. Show all posts

Sunday, January 6, 2019

CINTA ITU ADALAH

Cinta selalu diawali dari rasa peduli.. Dan berujung pada tanggung jawab.
Jika tidak ada rasa peduli dan tak bertanggung jawab dalam kenyataannya..
Maka itu bukanlah Cinta, tapi hanya sekedar hasrat memiliki, atau bahkan sekedar nafsu belaka.
cinta adalah

Thursday, November 8, 2018

Trik supaya hidup bahagia

"Mas.. Hidup saya kok rasanya gelap terus ya..? Usaha nggak berhasil, kerja ya gitu-giti aja, hutang nggak lunas-lunas, hajat hidup masih jauh dari terwujud.. Kenapa ya?"
.
Jawabnya,
Hidup yang penuh kegelapan.. Bisa karena setiap malam gelap hanya dipakai buat tidur. Nggak pernah bangun barang sejenak untuk qiyamul lail..
Karena ,alam yang hanya dipakai merem, itu bikin "Gelap" siang hari (urusan rumit dan susah melihat solusi)..
.
Tapi malam yang dihidupkan dengan tahajud.., insyaallah bikin "Terang" siang hari (persoalan mudah selesai dan gampang liat solusi)..
.
PERHATIKAN nih ya..!!!
- Nabi kita, Muhammad Sholallahu'alaihi wassalam.. Urusannya banyak. Tapi tak pernah semalam pun beliau tinggal tahajud.
- Khalifah Umar Bin Khattab Radhiallahu'anhu, urusannya banyak. Mengurus Negara Islam dari Tanah Palestina Hingga Persia. Tak pernah tinggalkan tahajud.
- Abdurahman bin Auf Radhiallahu'anhu dan Ustman bin Affan Radhiallahu'anhu.. Hartanya banyak, tapi juga tak pernah tinggalkan tahajud.
- Sultan Muhammad Al Fatih rahimahullah.. Urusannya banyak, dan yang berhasil menaklukkan Konstantinopel. Tak pernah sekalipun sejak akil baligh meninggalkan tahajud.
.
Lalu, coba kita sekarang berpikir..
- seberapa banyak urusan kita?
- seberapa banyak harta kita?
- hal besar apa yang sedang kita kerjakan?
Kok sampai-sampai berani melewatkan malam tanpa tahajud.. Dan menganggap tahajud hanyalah amalan sunnah yang remeh?

Masihkah kita punya muka bertemu nama-nama di atas?
Terlebih bertemu Alloh Azza wa jala?

Mari kawan.. Biasakan tahajud..
Biasakan. Coba.. Sekeras mungkin..
Upayakan sehebat mungkin.
Insyaallah. Kita akan bangkit, keluarga akan bangkit, umat akan bangkit, negara akan bangkit

Saturday, October 20, 2018

sang bunga penggoda

Sudah bertahun-tahun. Kita lebih kenal sama Leasing.. Kita lebih kenal sama Bank. Daripada sama Alloh yang menciptakan kita pemilik segalanya. dan aku pernah terjerat sekali dengan leasing motor, awal awal enak lama lama bikin sesak dan motor yg baru lunaspun terjual padahal belum bernafas lega.
haramnya riba

Apa buktinya??
Ketika mau beli rumah, beli kendaraan, cari modal usaha.
Lebih pertama mikir kredit ke Bank atau ke Leasing.. Sambil terus meyakinkan diri.. "Kalau nggak kredit, kayaknya susah. Kayaknya nggak kebeli."
Yakinn... Yang demikian adalah tanda kita nggak kenal Alloh..
Kalau kenal.. Nggak mungkin kecil pikirannya..
Apa yang tidak mungkin bagi Alloh kalau sudah berkehendak..??
.
Saatnya diubah mindsetnya..
Pingin beli Cash.. Bangun malam..Tahajud. Rutinkan dhuha.. Tambah rawatibnya..
Lalu perbanyak minta sambil ikhtiar..
Insyaallah.. Belum tentu kebeli. Hehehe..
.
Tapi saya yakin..
Alloh akan kasih nanti jika tiba waktunya. Semuanya CASH...!!! Tanpa ngutang.
Andai pun belum juga..
Alloh sisipkan rasa sabar sampai Alloh mampukan kita beli tunai.
Aamiin

Saturday, October 6, 2018

Pasrahkan PadaNya

Allohuma sholli ala muhammad, wa ala ali muhammad..
Manusia tempatnya salah.. Tapi jangan suka menyalahkan orang lain..
Manusia tempatnya lupa.. Namun jangan mudah melupakan kebaikan orang lain..

Tidak ada makhluk yang bisa memenuhi keinginan makhluk. Karena yang bisa memenuhi keinginan makhluk hanyalah yang menciptakan makhluk.
Berharap sesama makhluk memuaskan keinginan kita, hanya akan berujung pada kecewa.

Astaghfirullahaladziim.. Walhamdulillahirabbil'alamiin..

Friday, October 5, 2018

Kebohongan yang lagi viral



Pagi-pagi, kau bangun kesiangan. Buru-buru hendak sholat subuh padahal sudah pukul setengah tujuh. Di luar sebenarnya sudah terang, tapi kau enggan membuka jendela ataupun sekadar menyibak tirainya, agar cahaya tak masuk, agar "feel" subuhnya masih terasa. Tanpa sadar kau mengawali pagi dengan mencoba membohongi Tuhan, terlebih dirimu sendiri.

"Bangun, say. Ntar rejeki kita dipatok ayam" ujarmu membangunkan istri. Kalimat kiasan yang jika diartikan secara harfiah tentu saja bohong. Mana ada ayam yang bisa mematok rejeki?

Kau lalu masuk ke kamar mandi. Bercermin sejenak. Tampak sehelai uban di kepala. Kau panik dan segera mencabutnya, tak lupa mencukur bulu-bulu kasar pada wajah. Tentu saja agar terlihat muda. Kau berniat membohongi pemerhati fisikmu di luar sana. Siapa lagi kalo bukan kaum hawa.

Pesan Whatsapp berbunyi, dari atasan di kantor, menanyakan posisi. Kau membalasnya "OTW", padahal masih di ruang tamu mengikat tali sepatu.
dalil tentang larangan berbohong

"Mbok, jangan duduk di pintu! Pamali! Bahaya!" ujarmu pada asisten rumah tangga yang menghalangi langkahmu. Kau membohonginya dengan suatu hal gaib yang tak jelas dasarnya.

Di perjalanan dalam bus, seorang pengemis kecil mencolekmu dengan wajah memelas. "Gak ada". Ujarmu tanpa menoleh. Kau berbohong hanya karena malas merogoh saku.

Tiba di kantor, kau tak langsung membuka folder kerja, melainkan akun fesbukmu lebih dulu. Cekikikan sendiri hingga atasanmu melintas dan fesbuk segera kau minimize. Di display monitor kini hanya tampak file kerja. Lagi-lagi kau membohonginya dengan mencuri jam kerja.

Pekerjaanmu membutuhkan email baru. Tanpa membaca Terms and condition, kau langsung memencet apply, padahal ada pertanyaan di situ. Ternyata pada robotpun kau berbohong dengan enteng saja.

Jam makan siang, teman kantor mengajakmu makan di luar, sekaligus mau bayar utang katanya, dia baru saja dapat rejeki.
Belum tuntas makanan kau habiskan, masuk WA dari istrimu. "Gimana masakannya say? enak?". Istrimu memang rutin memberi bekal dari rumah. Dengan berat hati kau hanya balas WA-nya dengan ikon jempol dan kiss. Kau sadari sudah berbohong, tapi traktiran temanmu terlalu sayang untuk diabaikan.

Usai makan, temanmu bayar hutang. Duitnya langsung kau sembunyikan pada lipatan-lipatan kartu nama dalam dompetmu. Suatu bentuk kebohongan pada istri dengan dalih pendapatan di luar gaji.

Jam kantor sebentar lagi berakhir, kau mengisi waktu dengan membuka fesbuk via gadgetmu. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja kau sudah berasyik masyuk dengan stalking akun mantanmu, orang yang pernah kau bohongi dengan janji "tak bisa hidup tanpanya". Jika saja janjimu saat itu benar, mestinya saat ini kau sudah mati karenanya.

Pulang kantor kau mampir membeli buah tangan untuk di rumah. "gak sampe modalnya, Pak!" ujar pedagang rambutan saat kau tawar jualannya. Dan kaupun terima saja walau dibohongi.

Tiba di rumah kau dapati anakmu sedang menonton kartun via gadgetnya, kebohongan visual berbentuk hewan-hewan dan kendaraan yang bisa berbicara. Sementara istrimu di ruang tengah, berurai air mata dibohongi oleh sinetron hidayah.

Belum sempat rebah di sofa, teleponmu berbunyi. Ada nama orang yg kau hindari pada displaynya. "bilang saja saya lagi keluar, gak bawa hape". ujarmu berbisik pada istri, kau suruh ia berbohong.

Anakmu lalu masuk ke ruang tengah "Pak, ada peminta sumbangan panti asuhan" ujarnya. Kau cuma mengintip sedikit ke ruang tamu, lalu menitip pesan pada anakmu "bilang saja bapak dan ibu lagi gak ada". Ternyata gak cukup istrimu, anakmu pun kau ajar berbohong.

Malam ini akhirnya kau tidur cepat karena kelelahan. Tengah malam kau dapati istrimu sedang berkaca-kaca. "Loh, ada apa say?".
Istrimu panik dan segera menyeka air matanya "gak apa-apa. Aku baik-baik saja", ujarnya dengan senyum dipaksakan. Padahal istrimu membohongimu. Ia sesungguhnya tidak dalam keadaan baik, karena baru saja mendapatkan akun mantanmu dari gadget yang kau lupa clear history.

Nah, lihatlah, betapa banyak kebohongan yang tanpa sadar kita akomodir dan lumrahkan hanya dalam satu putaran hari.
Lantas mengapa kita heran jika saat ini ada yang berbohong ataupun ingkar janji?

bang arham

Saturday, August 11, 2018

Tak Ada kata Seindah Kata Ibu

Bagi seorang anak.. Mendengar ibunya berkata,, "Syukur, alhamdulillah.. Anakku sudah sukses. Ibu wis seneng, wis tenang". Dengan suara lirih yang penuh kesungguhan. Itu bisa bikin nangis sesenggukan.. Dan Langsung teringat semua waktu yang dulu beliau habiskan untuk membesarkan kita sampai bisa seperti sekarang. Jika belum pernah merasakannya.. Jadikanlah itu tujuanmu.
adalah bidadari sang ibu kita

Siapakah Orang Yang Beruntung?

inilah orang yang beruntung


OOrang yang beruntung itu adalah
orang yang banyak mendapatkan nasihat sebelum datangnya masalah. Ia melewati masalah dengan bekal doa dan nasihat dari gurunya dan juga sahabatnya.

Kalau ingin jadi orang beruntung maka,Sering-seringlah mencari (meminta) nasihat, dan jadilah orang yang gampang dinasihati.
Mencari nasihat disaat lapang, jauh lebih berharga daripada nanti disaat sulit malah nyari utang.

Beruntunglah Jika anda juga memiliki teman teman yang sholeh dan keluarga yang sumringah materi dan hati dan hati ini yg lebih menyejukkan.